Apa sih perbedaan Si Kaya dan Si Miskin? Gampang… Si Kaya punya uang banyak dan Si Miskin hidupnya selalu susah karena gak punya duit.
Semua orang tahu itu. Tapi apa sih yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin? Ada banyak faktor. Faktor yang paling dasar ada dalam ilustrasi berikut.
***
Suatu ketika Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan. Semua yang mereka bawa dilucuti. Si Kaya dijauhkan dari hartanya, dan Si Miskin dijauhkan dari kemiskinannya. Kemudian mereka masing-masing diberi uang 100 juta. Artinya saat ini mereka dalam kondisi sama (sama kaya atau sama miskin). Setelah itu keduanya berpikir akan digunakan untuk apa uang 100 juta di tangan mereka itu.
Si Kaya memutuskan untuk menggunakannya sebagai modal usaha. Dia melihat pasar emas sedang bagus. Sadar bahwa dirinya tidak menguasai jual beli emas, dia memutuskan mengajak seorang teman untuk mengelola usaha emasnya. Teman yang dia pilih bukan teman sembarangan. Dia telah lama berteman baik dan dia percaya sepenuhnya kepada teman itu.
Awalnya memang tidak mudah. Usaha yang dijalani Si Kaya mendapat hambatan. Tapi dari semua yang dihadapi itu dia belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Uang yang dihasilkan dari usahanya dia gunakan dengan cermat, sesuai porsi dan manfaatnya.
Di sisi lain, uang 100 juta itu membuat Si Miskin senang bukan main. Belum pernah dia memegang uang sebanyak itu. Dia memutuskan untuk membangun rumah yang selama ini menjadi impiannya. Sebuah rumah bata dibangun di atas sepetak tanah yang sebelumnya berdiri gubuk bambu miliknya. Tidak terlalu mewah memang, tapi rumah barunya cukup membuat para tetangga iri dan Si Miskin bisa tersenyum puas.
Tanpa disadari, keputusannya untuk membangun rumah ternyata memunculkan kebutuhan lain. Perabotan, televisi berwarna, dan sebagainya. Si Miskin tidak ingin terlihat setengah-setengah oleh tetangganya. Apa pun yang bisa membuat dia tampak kaya, dia beli, meskipun itu artinya akan mengurangi uang yang dia miliki.
Setahun berlalu, Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan kembali. Si Kaya tampak bersahaja dengan setelan jas. Dia mengaku bahwa bisnis emas yang dijalaninya mendatangkan rejeki berlimpah. Sebaliknya, Si Miskin tampak lesu. Dia mengaku keputusannya untuk membangun rumah ternyata tidak tepat. Nafsunya untuk terlihat kaya membuatnya lupa untuk berusaha mengembangkan uang yang dia dapat.
***
Dari ilustrasi di atas jelas bahwa apa yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin adalah bagaimana mereka mengelola harta yang dimiliki dan bagaimana gaya hidup yang dipilih.