iqranegara

berbagi pengetahuan dan uneg-uneg

LIMA RAHASIA ISTRI SEMPURNA

1. Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah penting.
2. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
3. Seorang Istri yang pengertian, soleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya itu sangat penting.
4. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda lahir batin juga tidak kalah penting.
5. Tapi yang paling penting adalah, keempat istri-istri tersebut di atas jangan sampai saling mengenal satu sama lainnya..

(copaz)

Unboxing The Smashing Book

Setelah menunggu sabar selama 6 bulan, akhirnya The Smashing Book yang ditunggu-tunggu tiba. Buku pertama smashingmagazine.com ini sampe di rumah temen sabtu kemarin, tapi baru sempat diambil hari ini, Senin 25 Jan 2010. Berikut ini poto2nya.. hehehehe :D

IMG_1552

IMG_1557

IMG_1558

IMG_1561

IMG_1563

IMG_1565

IMG_1568

IMG_1569

IMG_1570

Jujur, krn buku ini mahal dan bagus, jadi sayang utk baca, takut rusak n lecek :D

We’ve been together for…

We've been together for

Inspirasi Pagi

Tim kita ibarat tata surya yg terus berputar, harus terus berputar agar tetap utuh, sekali berhenti berputar maka akan tercerai semuanya.

Perbedaan Si Kaya dan Si Miskin

Apa sih perbedaan Si Kaya dan Si Miskin? Gampang… Si Kaya punya uang banyak dan Si Miskin hidupnya selalu susah karena gak punya duit.

Semua orang tahu itu. Tapi apa sih yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin? Ada banyak faktor. Faktor yang paling dasar ada dalam ilustrasi berikut.

***
Suatu ketika Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan. Semua yang mereka bawa dilucuti. Si Kaya dijauhkan dari hartanya, dan Si Miskin dijauhkan dari kemiskinannya. Kemudian mereka masing-masing diberi uang 100 juta. Artinya saat ini mereka dalam kondisi sama (sama kaya atau sama miskin). Setelah itu keduanya berpikir akan digunakan untuk apa uang 100 juta di tangan mereka itu.

Si Kaya memutuskan untuk menggunakannya sebagai modal usaha. Dia melihat pasar emas sedang bagus. Sadar bahwa dirinya tidak menguasai jual beli emas, dia memutuskan mengajak seorang teman untuk mengelola usaha emasnya. Teman yang dia pilih bukan teman sembarangan. Dia telah lama berteman baik dan dia percaya sepenuhnya kepada teman itu.

Awalnya memang tidak mudah. Usaha yang dijalani Si Kaya mendapat hambatan. Tapi dari semua yang dihadapi itu dia belajar dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Uang yang dihasilkan dari usahanya dia gunakan dengan cermat, sesuai porsi dan manfaatnya.

Di sisi lain, uang 100 juta itu membuat Si Miskin senang bukan main. Belum pernah dia memegang uang sebanyak itu. Dia memutuskan untuk membangun rumah yang selama ini menjadi impiannya. Sebuah rumah bata dibangun di atas sepetak tanah yang sebelumnya berdiri gubuk bambu miliknya. Tidak terlalu mewah memang, tapi rumah barunya cukup membuat para tetangga iri dan Si Miskin bisa tersenyum puas.

Tanpa disadari, keputusannya untuk membangun rumah ternyata memunculkan kebutuhan lain. Perabotan, televisi berwarna, dan sebagainya. Si Miskin tidak ingin terlihat setengah-setengah oleh tetangganya. Apa pun yang bisa membuat dia tampak kaya, dia beli, meskipun itu artinya akan mengurangi uang yang dia miliki.

Setahun berlalu, Si Kaya dan Si Miskin dipertemukan kembali. Si Kaya tampak bersahaja dengan setelan jas. Dia mengaku bahwa bisnis emas yang dijalaninya mendatangkan rejeki berlimpah. Sebaliknya, Si Miskin tampak lesu. Dia mengaku keputusannya untuk membangun rumah ternyata tidak tepat. Nafsunya untuk terlihat kaya membuatnya lupa untuk berusaha mengembangkan uang yang dia dapat.

***
Dari ilustrasi di atas jelas bahwa apa yang membuat Si Kaya kaya dan Si Miskin miskin adalah bagaimana mereka mengelola harta yang dimiliki dan bagaimana gaya hidup yang dipilih.

Koin Peduli Prita

Prita Mulyasari, terdakwa pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, didenda Rp 204 juta. Itulah putusan Pengadilan Tinggi Banten dalam gugatan perdata yang diajukan RS Omni atas Prita.

Begitulah paragraf pertama berita di Kompas.com, 4 Desember 2009 yang lalu. Apa yang dialami Prita Mulyasari kali ini kembali menarik perhatian publik dan media. Dan seperti yang terjadi pertengahan tahun ini, sebuah gerakan rakyat lahir, menuntut keadilan untuk Prita.

Koin Peduli Prita, nama gerakan yang berusaha membantu meringankan beban yang dialami Prita dengan cara mengumpulka dana dalam bentuk koin atau uang receh. Posko Peduli Prita didirikan untuk mengumpukan koin demi koin itu. Di ranah online, Koin Peduli Prita diwujudkan dalam bentuk blog Koin Keadilan. Dan juga sebuah page di Facebook .

Kabarnya gerakan Koin Peduli Prita terus mendapatkan dukungan dari seluruh daerah di Indonesia. Bahkan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris, mengaku siap menanggung setengah dari denda yang wajib dibayar Prita. Semoga gerakan ini bisa mengurangi beban yang dirasakan Prita. Dan semoga keadilan bisa ditegakkan di negeri ini. Amin

Sumpah Pemuda

Kami putra-putri Indonesia bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Kami putra-putri Indonesia berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Kami putra-putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Malas

Malas, atau males, 1 sikap buruk yang sepertinya sudah menjangkit akut di (hampir) semua pribadi bangsa ini. Sering kita menyalahkan sopir angkot yang berhenti sembarangan, tapi tidak sadar kita sendiri juga malas berjalan kaki sampai halte. Sering kita menyumpahserapah pejabat pemerintah yang menyebabkan harga sembako naik, tapi tidak sadar kita sendiri juga malas bekerja mencari rezeki.

Kemalasan ini bisa jadi sengaja dibentuk oleh penjajah yang pernah menjajah Indonesia. Bangsa kita dibuat malas agar tidak berkembang dan tidak melawan. Padahal, dulu kita mampu membangun candi Borobudur hanya dengan batu dan putih telor. Padahal dulu kita pernah menyatukan wilayah nusantara yang luas di tangan Gajah Mada. Semua itu tidak dicapai atas bantuan mesin, apalagi internet, apalagi iphone. Hanya bermodalkan kerja keras.

Posting ini ditulis dalam rangka Hari Blogger Nasional yang jatuh tepat hari ini, 27 Oktober 2009. Dan sekaligus menghidupkan kembali blog ini yang mati suri ditinggal pemiliknya dengan alasan… MALAS.

Pulau Jawa Gempa, Semua Heboh

2 September 2009 jam 14.55, duduk bersandar di dinding, seperti ada yang bergerak. Gempa? ya, gempa! Semua orang berhamburan keluar. Faisal, langsung cabut kabel LAN, peluk laptop, langsung cabut. Hahaha..

Gempa di sore yang cerah ini memang bikin seluruh penghuni pulau Jawa heboh. Terutama Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, termasuk Jogja. Dari informasi di Facebook dan Twitter yang mengalir deras bagaikan air terjun, diketahui bahwa gempa tadi berkekuatan mag 7,3 SR (USGS mencatat 7,4 SR). Pusat gempa berada di 142 km barat daya Tasikmalaya. Dan yang menimbulkan kekhawatiran, gempa ini berpotensi TSUNAMI. Acep, teman yang asli Tasik langsung cemas ketika sadar tidak satu nomor pun keluarga yang bisa dihubunginya.

Facebook dan Twitter
Setelah bom JW Marriot dan meninggalnya Mbah Surip, gempa kali ini menjadi satu bukti kuat bahwa dua situs ini menjadi sumber informasi tercepat dan terupdate. Mengalahkan raksasa Google, dan raksasa nasional DetikCom. Dalam sekejap saja, status teman-teman di Facebook memuat kata “gempa”. Ada yang panik, ada yang memuja keagungan Allah SWT. Di Twitter, kata “gempa” dan “Jakarta” langsung jadi trending topics. Hebatnya kekuatan social journalism.

Tautan:
http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/recenteqsww/Maps/10/105_-10.php

64 Tahun Indonesia Merdeka

merdekaataoemati

Kenapa setiap merayakan hari kemerdekaan Indonesia rasanya hambar? Kenapa tidak ada lagi darah yang mendesir di dada saat mendengar lagu Indonesia Raya? Kenapa setiap perbuatan yang dilakukan tak satupun dipersembahkan untuk kejayaan bangsa?

Apakah karena 6 tahun lebih tidak melakukan upacara bendera? Apakah karena setiap hari menghabiskan 7 jam di depan laptop dan tidak peduli dengan sekitarnya? Apakah sudah hilang rasa cinta kepada tanah air?

(Vincentius Untung Rahardjo’s photo on FB)